Friday, 1 May 2015

Larangan berlebih lebihan dalam memilih batu(Untuk melempar jumrah)

Dari 'Abdullah bin 'abbas, ia berkata Rasulullah saw berkata kepadaku pada pagi hari 'Aqabah, saat itu beliau berada diatas kenderaannya :-

"Pungutlah untukku batu batu kerikil "

Maka aku pun memungut 7 buah batu kerikil untuk melempar jumrah. Rasulullah saw berkata :-

"Lemparlah jumrah dengan batu batu kerikil seperti ini,"

Kemudian beliau berkata :-


"Wahai sekalian manusia! Hindarilah sikap berlebih lebihan dalam agama. Sesungguhnya perkara yang membinasakan orang orang sebelum kamu adalah sikap berlebih lebihan dalam agama"
(Hadis shahih, diriwayatkan oleh an-Nasa'i - v/268 , Ibnu Majah - 3029 , Ahmad - I/215, Abu Ya'la - 2427 dan 2472, al-Hakim - I/466, Ibnul Jarud dalam al Muntaqaa'- 473, at Thabrani dalam al-Kabir - 12747 dan lain lain)

Kesimpulannya :

  1. Boleh memungut batu untuk melempar jumah dari tempat mana saja disukai. Rasulullah saw tidak membatasi tempat tertentu, tetapi apa yang dilakukan oleh para jemaah haji yang memungut batu dari Muzdalifah termasuk sikap ghuluw(berlebih lebihan ) dan takalluf (memberatkan diri).
  2. Termasuk sikap ghulluw adalah melempar jumrah dengan batu yang lebih besar dari batu kerikil(batu kecil). Ukurannya kira kira lebih besar dari biji kacang dan lebih kecil dari peluru.
  3. Termasuk sikap berlebihan dalam agama dan bertentangan dengan sunnah Rasulullah saw adalah perbuatan sebahagian jamaah haji yang melempar jumrah dengan sandal.
Rujukan :
Ensiklopedia larangan menurut Al-Quran dan As-Sunnah (Sheikh Salim bin 'Ied al-Hilali)




Daripada
NOTE : – Jika anda dapati post ini bermanfaat, saya mengizinkan untuk anda berkongsikan post ini di laman laman sesawang seperti Facebook, Twitter, Google Plus ,dan lain lain. Terima Kasih.
Rujukan : http://kemusykilan.islamgrid.gov.my/
Recommended Post Slide Out For Blogger
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...